Tidak memungkinkan untuk aku hitung,
berapa jam yang terbuang dari aku menajamkan pisau cukur.
Selalu kucukur bahkan sampat tersayat,
tetapi tubuhku tidak peduli,
aku masih bisa merasakan ada tekstur.
Aku cinta tubuhku, tubuhku jijik denganku.
Sebuah ide berani untuk mencoba memakai rok,
sudah jelas dari awal memang aku orangnya belok.
Kucoba apa yang mereka sebut kutang,
rasa mual justru muncul di bayang.
Aku cinta tubuhku, tubuhku jijik denganku.
Sungkan aku melihat tubuhku.
Semua bertanya, ke manakah diriku yang lama itu?
Senang rasanya bisa menemani tubuhku.
Lama belum terjawab, bagaimanakah diriku yang lama itu?
Aku cinta tubuhku, tubuhku jijik denganku.
Orang mungkin mengira,
telah terjadi kecelakaan ketika Tuhan meracik diriku.
Orang boleh mengira,
diriku adalah noda dari waktu.
Orang tidak mengira,
diriku adalah, ya... diriku.
* * *
diri.png